Archive for December, 2006

A 2006 reflection

Friday, December 29th, 2006

hohoho…this is my reflection along 2006

Harus gw akuin tahun 2006 merupakan tahun terberat gw, tahun ini merupakan tahun keterpurukan bagi gw, di awal tahun ini, gw ngerasa seneng karena gw udah dapet kerja, gw bisa melanjutkan tongkat kehidupan gw selanjutnya. di awal tahun ini juga merupakan  bulan - bulan kerja keras, work hard, everything like usually i do, must changed. everything changed, i must fight in the world that i dont really know, i must learn something new

Semua yang pertama dalam kerjaan gw harus gw hadepin, mulai dari pressure dari kerjaan gw, ampe ngadepin atasan gw, tapi semua itu gw jalanin, gw jabanin. kerjaan gw berkaitan dengan jasa, terutama pengadaan barang dan distribution, segala sesuatu teratur sesuai dengan dateline yang ada dan rule - rule yang harus gw patuhi, dan gw sebut sebagai RULE OF THE GAME,

Memasuki pertengahan tahun, I feel bored, gw pengen ngerasain sesuatu yang berbeda, gw jenuh dengan segala dateline and gw yang gw kerjain ini gak ada rasa, tp gw tetep bertahan dengan segala konsekuensi gw, i’m not enjoyed, even i try to enjoyed it

Inilah awal dari semua pertaruhan gw, semuanya berlalu begitu sangat cepat, seakan - akan gw sendiri gak mengerti akan semua kejadian ini, its slippery just like snowball flown down bigger and bigger

Akhirnya pada satu kesempatan gw mencoba sesuatu yang baru, thats it i’m quit dan mempertaruhkan semua aktivitas gw di tempat yang lama dan meninggalkan semuanya, including this town. just like a boy got a candy and eat it, everthing happen so quickly, romantisme untuk mendapatkan yang lebih baik membuai gw

Di tempat yang baru gw merasa sama ajah, bukan ini yang gw cari, gw bergejolak, its hard situation and hard decision, finally i quit and not be a part of a team again,

Then shocking situation happens, i got Sickness, really really bad sickness. padahal kondisi gw waktu itu sedang bagus, bersemangat dan penuh harapan untuk berjuang kembali untuk mendapatkan what-i-want. but i dont know why, maybe ALLAH got another plan for me, really really shocking me, need 2 month for totally rest, Alhamdulillah i’m still alive, continue my life, yeah its a life

Dan di minggu terakhir two-thousand-six ini gw mau bilang semuanya sudah terjadi, SADARILAH itu…..

Finally, for conclusion for everything here

Gw sadar gw cuma manusia biasa yang hanya bisa berencana untuk mencapai tujuan gw, tapi tetap ada suatu kekuatan yang mengatur semua itu, dan jika kekuatan itu sudah berkehendak, gw sebagai manusia mau gak mau harus menerima semuanya, mau susah mau senang semuanya sudah digariskan. DIA maha tahu apa yang terbaik bagi makhluknya

HIDUP PRIBADI KITA YANG ATUR TAPI KEHIDUPAN ADA YANG NGATUR

yeah Alhamdulillah, Tapi ada satu kata yang harus gw jalanin sekarang, yaitu KEHIDUPAN..

With me, Mr thats-what-i-want
29122R6, 16.06 WIB

—————-
You Can Do It IF You Can Enjoy Doing It
It’s Only The First Time That It Husrts
Little It Little Will Get Better

That’s STUDYING….

Dony’s Mind…

Tuesday, December 26th, 2006

Gelo maneh, nitah urang mikir…heu3x. Tapi engke ku urang dicoba ditulis. Ide bagus **

( Gila lu, nyuruh gw mikir..heuheuheu, tapi nanti gw coba tulis.Ide Bagus..)

From: Dony Psycho

10:12pm 19-Dec-06

Begitulah isi SMS dari sobat gw dony, ketika gw "nantang" dia untuk sharing masalah yang gw gak tau kenapa gw pengen banget nantangin dia, yaitu arus kehidupan. gw tanya "Dalam menjalani hidup apa kita mengikuti arus kehidupan ato kita sendiri yang membuat arus kehidupan itu?"

Jawaban dari sobat gw itu ternyata hebat banget gak nyangka bakal di jawab panjang banget (seperti biasa itu udah jadi habitnya dony..:P) disini mau gw konfrontasikan dan gw studi komparasi ama pendapat gw jawaban pertama yang keluar dari dony adalah TERGANTUNG… (kenapa sih gw selalu berurusan dengan kata ini), lengkapnya : tergantung bagaimana kita memandang kehidupan itu. Kalau kita berpikir bahwa kehidupan adalah seperti perjalanan dari hulu sungai menuju lautan, maka jadilah bagian dari sungai atau lebih tepatnya jadi AIR itu sendiri, niscaya kita tidak akan tersesat dan sampai ke tujuan.

Namun, resikonya adalah kita tidak bisa menolak dengan apa yang "pasti" terjadi, jalur yang berkelok-kelok, menabrak batu besar, turun ke jurang, ada saat tenang, ada saat ber-riak, kita tidak bisa berbuat banyak di sana. Tidak peduli apakah kita sudah lelah atau tidak, apakah kita suka atau tidak, mau atau tidak mau, arus sungai akan membawa kita, bahkan terkadang arus menyeret semakin cepat membawa kita.

Sesekali mungkin kita bisa mendapatkan ‘hiburan’ dengan ‘dibelokkan’ untuk mengairi sawah. Itu nasib yang akan kita rasakan jika kita menjadi bagian dari sungai. Dan lebih parah lagi, mungkin kita tidak akan bisa mencapai tujuan atau bahkan lebih lama mencapai lautan karena terhalang bendungan, atau karena ketika masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan, lalu berakhir menjadi kucuran air kencing sebelum akhirnya bergabung kembali dan mengotori ’saudara’ se-air pada aliran sungai tersebut. Meskipun kita sampai tujuan, satu hal yang pasti, kita tidak sebening seperti pertama kita memulai perjalanan. Di tengah jalan tercampur limbah, tercampur sampah, bangkai hewan, kotoran manusia dan berbagai jenis penyakit terbawa sampai tujuan. Lebih mengenaskan lagi, kita lah ‘penyebar’ kotoran itu. mungkin kita sudah tidak mengenal diri kita sendiri yang sudah terkontaminasi berbagai jenis kotoran tersebut.

Namun, lain hal-nya jika kita tidak menjadi bagian dari sungai tersebut. Katakanlah kita manusianya. Kita bisa saja berjalan di pinggir sungai, arus sungai tetap kita jadikan patokan, sehingga kita tahu kemana arah sungai tersebut. Dengan tahu nya arah sungai, mungkin kita bisa memotong jalan untuk mencapai ke suatu titik lebih cepat, tanpa perlu melalui jalan yang berkelok-kelok, menabrak batu besar, atau bendungan sekalipun. Namun, tidak berarti jalur yang kita ambil tanpa hambatan atau gangguan, bisa jadi jalur yang diambil lebih berat dan menyulitkan, namun pencapaian ke titik tertentu bisa lebih cepat, tidak perlu berputar-putar. Atau jika perlu kita membuka jalan baru sendiri, agar suatu saat orang lain bisa mengikuti jalur yang kita buat. Bisa jadi, kita lah yang membelokkan aliran air untuk mengairi sawah ketika melihat sawah yang kering.

Selain itu, kita bisa lebih leluasa untuk menentukan kapan kita istirahat, kapan kita melanjutkan perjalanan, atau sekedar menikmati pemandangan di sekitar, atau sesekali kita menikmati berenang dan berarung jeram ria di sungai tersebut. Dengan menjadi bagian dari sungai, kita tidak bisa melakukan hal itu. Meskipun, bisa saja terjadi, ketika kita memotong jalan, kita menemukan perkampungan dimana ada wanita cantik di sana dan kita tergoda untuk kemudian tinggal di sana, sampai akhirnya kita lupa dengan tujuan kita. Sama juga, kita mungkin tidak sebersih seperti ketika memulai perjalanan, namun kita bisa meminimalisir tingkat kekotoran yang menempel pada tubuh kita, toh kita masih bisa mandi untuk membersihkan diri. Bandingkan dengan jika kita menjadi air sungai yang tidak bisa menolak apa pun yang dibuang kepadanya.

—————————–

Ya menurut gw kalo hidup kita ini mengalir mengikuti arus yang ada kita pasti dapat mencapai tujuan kita walaupun sebenarnya juga tujuan itu bukan merupakan yang kita harapkan tapi karena kita "TERBAWA" arus itu dan akhirnya sampai tujuan, kita DIBENTUK secara otomatis dalam proses perjalanan aliran AIR itu. bisa dibilang nasib kita, kita gantungkan pada perjalanan nanti yang akan terjadi, karna kita hanya bisa ikut saja, walaupun sebenarnya tujuan akhirnya sudah kita tentukan

Sedangkan kita menjadi manusia yang melihat aliran air itu, dan tak ingin "MENGALIR BEGITU SAJA" tentu kita punya rencana tersendiri, artinya semuanya kita yang atur mau apa kita nanti, sudah kita rencanakan sebelumnya. tapi resikonya tetap tujuan akhir bisa kita capai atau pun juga bisa gagal, tapi ada catatan bahwa kita mencapai tujuan itu dengan cara dan jalan kita SENDIRI

Ada analogi lain yang sobat gw itu kemukakan dan menurut gw, gak kepikiran sama sekali ama gw

——————–

Contoh lain adalah ketika kita mau mencapai suatu tempat, ada beberapa cara, mau naik angkot, jalan kaki, naik motor atau apalah, yang penting sampai. Kalau naik angkot, kita sudah pasti mengikuti jalur yang sudah ditentukan, mau macet, mau tidak, mau lambat ataupun cepat, pokoknya lewat jalur itu. Misalkan kita kesal karena sopir angkot ngetem menunggu penumpang sampai penuh, atau belok isi bensin dulu, bahkan mogok sekalipun, kita tetap tidak bisa berbuat banyak, kecuali kita sopir angkotnya. Selain itu, kita harus membayar pula, berdesak-desakan, dan terkadang harus ribut dengan sopir angkot tersebut gara-gara masalah ongkos, belum lagi kalau ada copet. Lain halnya kalau kita naik motor atau jalan kaki, tidak ada aturan yang mengharuskan kita mengikuti jalur yang sama dengan angkot tadi. Mau isi bensin dulu, mau makan dulu, kita bisa sangat menikmati perjalanan itu.

Jika kita memandang kehidupan seperti belantara hutan yang tidak pernah terjamah oleh manusia, dan kita tidak pernah tahu ada apa saja di dalamnya, maka kita memang harus menjadi pembuka jalan jika ingin keluar dari hutan tersebut. Pada saat itu, mungkin intuisi atau naluri kita yang lebih banyak berperan, membaca tanda-tanda alam, bersahabat dengan alam sekitar, atau menjadi bagian dari alam itu sendiri untuk bisa beradaptasi dan tetap bertahan hidup. Sebab jika tidak seperti itu, maka kita akan berada di hutan itu selamanya dan menjadi ’santapan’ alam.

——————-

GILA gw gak bisa komentar untuk yang ini bener-bener analogi yang bagus.

Nah intinya sekarang kita harus MEMILIH (dan berurusan lagi dengan kata ini), pilihan kita sendiri untuk menjadi bagian dari arus kehidupan, atau membuat arus sendiri. Arus kehidupan seringkali menyeret kita sangat cepat, bahkan di saat kita tidak siap sekalipun. Sedikit sekali orang yang mau membuat arus sendiri, karena memang bukan pekerjaan yang mudah. Orang lebih tertarik untuk mengikuti arus yang ada, meskipun belum tentu arus tersebut membawa ke arah yang benar. Dan arus kehidupan juga mudah sekali dikendalikan oleh mereka yang berkuasa. Konsekuensinya, sebagai bagian dari arus kehidupan, kita harus mengikuti arus itu, meskipun kita tidak pernah tahu arus itu membawa kita kemana. Lain halnya dengan orang-orang yang memiliki arus sendiri, jalur sendiri, jalan sendiri, mereka tidak akan terpengaruh dengan perubahan arus yang ada, meskipun mereka harus tersisih. Namun satu hal yang pasti, mereka boleh bangga karena bisa membuat jalur kehidupan sendiri yang suatu saat mungkin akan diikuti oleh orang lain.

Tapi sekali lagi itu semua TIDAK MUDAH ataupun selancar apa yang gw utarakan.
Kesimpulan gw SETIAP ORANG MEMILIKI JALAN MASING - MASING DAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MENENTUKAN JALAN ITU

Dan satu lagi jawaban dari sobat gw Dony, ARUS KEHIDUPAN BISA SANGAT KEJAM, sahabat……..

Alhamdulillah…

With Me, Mr looking-for-the-answer

The Kredit :
# Thanks to Sobat gw Dony,I appreciate that
# ** Bahasa dan ejaan sesuai dengan bahasa aslinya mengikuti SMS yang gw terima

Mom, teach me to walk..

Thursday, December 21st, 2006

how was amazing that our mom said this, in below, so wise arranging our direction about future,

"Look! Look at your feet This is the road you walk
Look! Look ahead of you That is your future"

My mother gave me so much kindness "Embrace love and walk," she said over and over At that time I was still immature I didn’t understand her meaning She held my hand And walked with me

My dreams are always high in the sky, It’s scary that they might not come true but I still continue to chase them Because it’s my story

I don’t want to give up When I was unsure she held my hand And walked with me There were times when I hated that kindness When separated from my mother I couldn’t be obedient

There were times when I hated that kindness When separated from my mother I couldn’t be obedient

"Look! Look at your feet This is the road you walk Look! Look ahead of you That is your future"

Turn towards the future Let’s walk slowly

——-

Horaaa, ashimoto wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Are ga anata no mirai

(Inspired by a song from Kiroro - Mirai e)

With me, dedicated this song for my mom

This is my December…

Sunday, December 17th, 2006

Yeah all my blog reader,

mungkin inilah yang bisa membuat gw bisa terus survive di dunya ini , karna gw punya orang - orang yang senantiasa mendoakan serta mendukung gw

moyo..maaf ya baru bales. selamet ya pren =) barokallahu. semoga setiap detik hidup moyo selalu dalam kebaikan.amin

siapa yang gak mau didoakan seperti itu, gw masi beruntung punya teman yang masi care ma gw

here comes again

Morning bro ! Mm 6 Des there must be something.. HAPPY BIRTHDAY wish you all the best ! semoga sisa umur jadi berkah dan lancar dalam semua hal

On this silent night, say your prayer and make a wish, a friend here makes a little wish for you, God please take care of my friend and give his what he’s wishing for because he deserve it. Happy Birthday, hope your wishes will come true

kadang ada yang membuat tersenyum dan menahan tawa

Hwai catoer happy birthday yah, semoga makin cakep dan makin segalanya dech yang bagus hanya untuk catoer

ada juga yang walaupun telat tapi i still appreciate that and big thankfull

Duh C maafin banget telat ngucapin MET ULTAH, harusnya kemaren ye. by the way semoga dengan bertambahnya umur bertambah juga rezekinya selalu sehat juga

Assalamualaikum pa kabar chess, sory ya telat -Met Ultah- yang ke 23 ya, semoga apa yang menjadi impianmu terkabulkan..amin. cepet dapet kerja lagi. cepet dapet jodoh dan makin dewasa aja ya

Ada yang gak mau rugi dan minta imbalan jasa hehehe..

wow, happy birthday then dude ! waah kalo kita di bandung pasti udah nunggu traktiran. TANJOUBI WA OMEDETO GOZAIMASU, ke berapa neh? OK great success for you bro!

Yeah itulah sebagian dari ucapan dan harapan dari my friend, i dont know what to tell..THIS IS REALLY REALLY MY DECEMBER…

With me, Wasure wa shinai yo, toki ga nagaretemo ( I won’t forget, even as time flows by )

————————————————

It’s so precious when you have good wishes
Open eyes and see inside of your heart

(taken from Do As Infinity - Yesterdeay & Today)

Sebuah Puisi..(Puisi Lalu Lintas apa puisi tidur)

Monday, December 11th, 2006

Me and My Lonely World

Its just only me…………

no one beside me………

its just me………………

someone please come to me.

Another 6 Des..

Sunday, December 10th, 2006

Hello My blog reader

Bulan Desember memang memiliki makna khusus buat gw, momen yang sebenarnya dapat dipake buat bener bener instropeksi diri sendiri

sudah berapa jauh kah kita melangkah, ini seperti proses behind the scene dari hidup lo, kita berperan sebagai pengamat untuk menonton ulang episode kehidupan yang sudah kamu jalanin, disitu kita bisa liat semua perbuatan, perkataan serta tingkah laku diri lo sendiri,

lalu semua yang baik ataupun yg buruk tak bisa diulang lagi, yang menjadi benang merah adalah kita ambil sisi baiknya sedangkan sisi buruknya kita hilangkan, jadi seperti proses edit ulang, lalu kita configure lagi kehidupan kita, dimulai dengan yang baik

semua tidak akan berubah kalo kita tidak mau berusaha, proses perubahan diri itulah yang menunjukkan kedewasaan seseorang yang mungkin setiap orang mengalami proses yang berbeda - beda, kadang harus dilalui dengan musibah, penderitaan ataupun juga dalm satu masa hidupnya dia mengalami kebahagiaan dan kesenangan

sekarang pertanyaannya, sampai kapan kita mau berubah, jawabannya mungkin tergantung kita sendiri, apakah kita sudah cukup untuk berubah ataukah kita masih belum puas, tapi itu semua ada batasnya, kita sebagai manusia ciptaan ALLAH SWT mempunyai batas.

Manusia pasti akan kembali kepada sang penciptanya, untuk mempertanggung jawabkan semua nya, di hadapan sang pencipta

maka beruntunglah setiap orang yang mau berubah ke arah yang lebih baik, perjuangannya selama ini tidak percuma dan sis - sia, semua terbayarkan, sedangkan bagi orang yang tidak berubah ke arah yang lebih baik maka rugilah dia.

semuanya ini memerlukan proses dan pembelajaran, kita tidak akan pernah tau kapan kita akan di STOP dari dunia ini, maa teruslah berusaha dan belajar menuju ke arah yang lebih baik

Alhamdulillah

with me, seseorang yang telah mengalami suatu proses dalam hidupnya

i’m alive

Sunday, December 3rd, 2006

Alhamdulillah…
,setelah daku jalani semuanya, its miracle i’m still alive
11 hari yang gak pernah daku lupakan all entire of my life
can you imagine that, i was suffered from my sickness
there is something wrong happen, but i dont know why this is happen
maybe this is my way, maybe i’m not supposed to be…..this time

oh rabb, give me strength and patience, so i can enjoy this life again with your blessing, and i more close to you

with me, the man who was lucky can enjoy life again..